Selasa, 16 Juni 2020

TUGAS INDIVIDU Sejarah Asia Barat Daya "NASIONALISME TURKI"


NASIONALISME TURKI

           Negara Turki modern adalah negara yang terletak di dua benua. Dengan luas wilayah sekitar 814.578 KM2, 97% (790.200 KM2) wilayahnya terletak di benua Asia dan sisanya sekitar 3% (24.378 KM2) terletak di benua Eropa. Posisi geografi yang strategis itu menjadikan Turki sebagai jembatan antara Timur dan Barat. Bangsa Turki diperkirakan berasal dari suku-suku Iran di Asia Tengah. Secara historis, bangsa Turki mewarisi peradaban Romawi di Anatolia, peradaban Islam Arab dan Persia sebagai warisan dari Imperium Utsmani serta pengaruh negara-negara Barat Modern. Bahkan, Dinasti Turki Utsmani dianggap sebagai satu-satunya sandungan bagi bangsa Eropa dalam melancarkan ekspansi ke dunia Timur.         
         
Peradaban Islam dengan pengaruh Arab dan Persia menjadi warisan yang mendalam bagi masyarakat Turki sebagai peninggalan Dinasti Utsmani. Islam di masa kekhalifahan Turki Utsmani diterapkan sebagai agama yang mengatur hubungan antara manusia sebagai makhluk dengan Khalik, dan juga suatu sistem sosial yang melandasi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Perkembangan selanjutnya memperlihatkan pengaruh yang kuat kedua peradaban tersebut (Arab-Persia) ke dalam kebudayaan bangsa Turki. Kondisi ini sering kali menimbulkan kekeliruan pada masyarakat awam yang sering menganggap bahwa bangsa Turki sama dengan bangsa Arab. 
       Campuran peradaban Turki, Islam dan Barat, inilah yang telah mewarnai identitas masyarakat Turki. Masyarakat Indonesia mengenal Turki sebagai suatu negara berpenduduk mayoritas Muslim.Kita juga mengenal Turki sebagai bangsa yang pernah memimpin dunia Islam selama tujuh ratus tahun, dari permulaan abad ke-13 hingga jatuhnya Kekhalifahan Ustmani pada awal abad ke-20. Fenomena kehidupan masyarakat Turki menjadi menarik ketika negara Turki yang berdiri tahun 1923 menyatakan sebagai sebuah negara sekuler, di mana Islam yang telah berfungsi sebagai agama dan sistem hidup bermasyarakat dan bernegara selama lebih dari tujuh abad, dijauhkan peranannya dan digantikan oleh sistem Barat.

A.   Kemunduran Turki Utsmani
      Menurut Ahmad Zain dan Najah MA, paham nasionalisme diyakini merupakan penyebab utama runtuhnya Khilafah Utsmaniyah. Mengutip pakar sejarah Mahmud Syakir dalam buku Târîkh Islâm Dawlah Utsmaniyah, Najah menyebutkan bahwa sarana untuk menghancurkan kekuatan pemerintahan Islam di Turki waktu itu adalah dengan menghidupkan paham nasionalisme. Yakni dengan membuat dan menyebarkan hadist yang sampai sekarang sangat familiar di masyarakat kita. Yakni hadits yang artinya “Cinta tanah air termasuk iman”.
            Ungkapan “hubbul wathon minal iman” (cinta tanah air sebagian dari iman) memang sering dianggap hadits Nabi SAW oleh para tokoh nasionalis, mubaligh, dan juga da’i yang kurang mendalami hadits dan ilmu hadits. Tujuannya adalah untuk menancapkan paham nasionalisme dan patriotisme dengan dalil-dalil agama agar lebih mantap diyakini umat Islam .
           Puncak kejayaannya Turki Utsmani pada abad ke-19 terus mengalami kemunduran sampai akhirnya mendapat julukan The Sick Man From Europe. Hal ini disebabkan oleh berikut ini :

1. Kelemahan para Sultan dan sistem birokrasi
Ketergantungan sistem birokrasi sultan Usmani kepada kemampuan seorang sultan dalam mengendalikan pemerintahan menjadikan institusi politik ini menjadi rentang terhadap kejatuhan kerajaan. Seorang sultan yang cukup lemah cukup membuat peluang bagi degradasi politik di kerajaan Turki Usmani. Ketika terjadi benturan kepentingan di kalangan elit politik maka dengan mudah mereka berkotak-kotak dan terjebak dalam sebuah perjuangan politik yang tidak berarti. Masing-masing kelompok membuat kualisi dengan janji kemakmuran, Sultan dikondisikan dengan lebih suka menghabiskan waktunya di istana dibanding urusan pemerintahan agar tidak terlibat langsung dalam intrik-intrik politik yang mereka rancang. Pelimpahan wewenan kekuasaan pada perdan menteri untuk mengendalikan roda pemerintahan. Praktik money politik di kalangan elit, pertukaran penjagaan wilayah perbatasan dari pasukan kefelerike tangan pasukan inpantri serta meluasnya beberapa pemberontakan oleh korp Jarrisari, untuk menggulingkan kekuasaan merupakan ketidak berdayaan sultan dan kelemahan sistem birokrasi yang mewarnai perjalanan kerajaan Turki Usmani.
2. Kemerosotan kondisi sosial ekonomi
       Perubahan mendasar terjadi terjadi pada jumlah penduduk kerajaan sebagaimana terjadi pada struktur ekonomi dan keuangan. Kerajaan akhirnya menghadapi problem internal sebagai dampak pertumbuhan perdagangan dsn ekonomi internasional. Kemampuan kerajaan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri mulai melemah, pada saat bangsa Eropa telah mengembangkan struktur kekuatan ekonomi dan keuangan bagi kepentingan mereka sendiri. Perubahan politik dan kependudukan saling bersinggungan dengan perubahan penting di bidang ekonomi. Desentralisasi kekuasaan dan munculnya pengaruh pejabat daerah memberikan konstribusi bagi runtuhnya ekonomi tradisional kerajaan  Turki Usmani. 
3. Munculnya kekuatan Eropa
Munculnya politik baru di daratan Eropa dapat dianaggap secara umum faktor yang mempercepat proses keruntuhan kerajaan Turki Usmani. Konfrontasi langsung pada dengan kekuatan Eropa berawal pada abad ke XFI, ketika masing-masing kekuatan ekonomi berusaha mengatur tata ekonomi dunia. Ketika kerajaan Usmani sibuk membenahi Negara dan masyarakat, bangsa Eropa malah menggalang militer, Ekonomi dan tekhnologi dan mengambil mamfaat dari kelemahan kerajaan Turki Usmani.
4.  Pemberontakan-pemberontakan internal.
Pemberontakan-pemberontakan terjadi dimana-mana, mulai dari Makkah, Wahabiyah, Druze dan pemberontakan di Wilayah pusat kekuasaan telah memperlemah kekuatan militer dan politik.
        Kelemahan Turki kemudian dimanfaatkan oleh negara-negara imperialisme Barat untuk menguasai jajahan Turki atau menghancurkan Turki sekaligus. Adanya perbenturan kepentingan antara negar -negara Barat mengenai status Turki dan daerah jajahan inilah yang menimbulkan “Masalah Timur” (The Eastren Question ).  

B.   Munculnya Nasionalisme Turki
    Turki pernah menjadi negara adidaya. Pada jamannya dimana wilayah kekuasaannyameliputi jazirah balkan  , afrika utara dan jazirah arab. Nasionalisme dan revolusi bangsa turki terjadi setelah perang dunia I, dimana turki berada dipihak yang kalah dan harus tunduk pada keputusan sekutu antara lain menyerahkan wilayah kekuasaannya. Prancis , inggris dan italia mendapat wilayah turki di afrika dan jazirah arab. Sementara yunani dai balkan memperoleh kemerdekaan dari turki. Nasionalisme turki semakin tumbuh setelah negara-negara sekutu berusaha terus melemahkan turki dengan cara membantu gerakan nasionalis yunani merebut wilayah di bagian Balkan tahun 1919.
        Dalam perang melawan agresi Barat tampil Mustapha Kemal Pasha (tokoh militer Turki) yang bersimpati pada gerakan turki muda. Gerakan ini dianggap sebagai realisasi dari nasionalisme turki karena tebentuk atas dasar semangat kebangsaan yang berusaha mengusir kekuasaan barat/asingdan menentang rezim lama yang lemah (sultan hamid II). Gerakan tersebut berhasil mengusir sekutu dan memaksanya untuk duduk dimeja perundingan yaitu perjanjian laussane 1923.
            Dalam menentukan nasib akhir bangsa turki, maka diadakan konferensi sevres pada 1920 antara pihak sekutu dengan turki yang diwakilkan kepada sultan Muhammad VI. Dalam perjanjian sevres ini perdana menteri farid pasha  dipaksa untuk menerima keputusan isi perjanjian tersebut, yang membuat turki kehilangan kekuasaanya diberbagai wilayah, kecuali hanya anatoli yang sudah tidak utuh lagi karena telah dicaplok rusia, istambul begitupula Armenia berdasarkan perjanjian sevres menjadi lepas dari turki dan independen. Tarakian dan azmir berada di bawah kekuasaan yunani. Wilayah anatoli selatan menjadi milik italia dan sekutu berhak mengawasi perekonomian turki.
     Dari perjanjian ini telihat bahwa turki sangat tepojok, dan hal inilah yang melatarbelakangi timbulnya nasionalisme turki, yaitu suatu gerakan kebangsaan untuk menentang campur tangan orang asing di dalam wilayah turki. Bermunculanlah pahlawan-pahlawan turki untuk mengadakan perhitungan.
Sebab-sebab timbulnya nasionalisme Turki adalah sebagai berikut :
1.   Kekuasaan Turki Usmani yang semakin merosot.
2.  Adanya pengaruh dari Revolusi Prancis dengan semboyannya liberte, egalite, dan fraternite.
3.  Timbulnya kaum terpelajar yang berpaham modern sehingga mereka mengetahui apa itu liberalisme, nasionalisme, dan demokrasi.
4.  Kegiatan bangsa Barat yang semakin gencar untuk merebut daerah-daerah jajahan Turki dan siap menghancurkan Turki.
Pada tahun 1919-1923  terjadi revolusi Turki  di bawah pimpinan Mustafa Kemal. Kecemerlangan karier politik Mustafa Kemal dalam peperangan,yang  dikenal  sebagai  perang   kemerdekaan  Turki,  mengantarkannya  menjadi pemimpin  dan  juru bicara  gerakan  nasionalisme  Turki.  Gerakan nasionalisme ini,  yang pada  waktu itu  merupakan  leburan dari  berbagai  kelompok gerakan kemerdekaan di  Turki, semula  bertujuan untuk mempertahankan  kemerdekaan Turki dari rebutan negara-negara sekutu. Namun pada perkembangan selanjutnya gerakan ini diarahkan untuk menentang Sultan. Mustafa Kemal  mendirikan  Negara Republik  Turki di  atas puing-puing reruntuhan kekhalifahan.
      Turki Usmani dengan prinsip sekularisme, modernisme  dan nasionalisme.  Begitu  dominasi panggung  politik  sudah  kuat, Mustafa Kemal dan pemerintahannya melancarkan sebuah  program pembaruan yang ekstensif.


A.   Kesimpulan
    Kemerosotan Turki Utsmani dalam bidang kekuasaan bisa dilihat dari buruknya pemerintahan khilafah dalam memahami dan menerapkan Islam dalam setiap aspek kehidupan negara. Menghadapi kemerosotan itu, khilafah telah melakukan reformasi yang dimulai abad ke-17 sampai dengan abad ke-19. Namun lemahnya pemahaman Islam membuat reformasi gagal. Sebab saat itu khilafah tak bisa membedakan IPTEK dengan peradaban dan pemikiran. Ini membuat munculnya struktur baru dalam negara, yakni perdana menteri, yang tak dikenal sejarah Islam kecuali setelah terpengaruh demokrasi Barat yang mulai merasuk ke tubuh khilafah. 
    Disamping itu Nasionalisme dan separatisme telah dipropagandakan negaranegara Eropa seperti Inggris, Prancis, dan Rusia dengan bertujuan untuk menghancurkan khilafah Islam. Untuk mensukseskan misinya, dibangunlah 2 markas. Pertama, Markas Beirut, yang bertujuan memainkan peranan jangka panjang, yakni mengubah putra-putri umat Islam menjadi kafir dan mengubah sistem Islam jadi sistem kufur. Kedua, markas Istanbul, bertugas memainkan peranan jangka pendek, yaitu memukul telah khilafah. Di pusat Istanbul, negara-negara Eropa ingin memukul khilafah dari dekat secara telak. Caranya ialah mengubah sistem pemerintahan dan hukum Islam dengan sistem pemerintahan barat dan hukum kufur. Sultan Abdul Hamid II dipecat dari jabatannya, dan dibuang ke Salonika. Sejak itu sistem pemerintahan Islam berakhir.

B.   Saran
      Penulis berharap makalah yang berjudul Nasionalisme Turki dapat menambah wawasan serta pengetahuan para pembaca, dan penulis berharap para pembaca semakin menggali informasi mengenai Sejarah Asia Barat Daya.



DAFTAR PUSTAKA

Isawati,M,A. 2012. Sejarah Timur Tengah 1. Yogyakarta: OMBAK

Budiman, A. (2013). PENGARUH NASIONALISME TERHADAP RUNTUHNYA

KEKHALIFAHAN TURKI UTSMANI. Jurnal Artefak.

http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/137

 

Ilyas, M.M. (2014). TIGA ALIRAN PEMBAHARUAN Westernisme, Islamisme

dan Nasionalisme. Jurnal Sosial Humaniora.

Tabrani. Za.(2016)  PERUBAHAN IDEOLOGI KEISLAMAN TURKI. Jurnal Edukasi.

 http://repository.radenintan.ac.id/3495/

 

 


TUGAS INDIVIDU Sejarah Asia Selatan "KERAJAAN MUGHAL"


KERAJAAN MUGHAL 1526-1857 M

      Jatuhnya kota Baghdad pada tahun 1258 M ke tangan bangsa Mongol bukan saja mengakhiri khilafah Abbasiyah di sana, tetapi juga merupakan awaldari masa kemundurun politik dan peradaban Islam, karena Baghdad sebagai pusat kebudayaan dan peradaban Islam yang sangat kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan itu ikut lenyap di bumi hanguskan oleh pasukan Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan.
         Bangsa Mongol berasal dari daerah pegunungan Mongolia yang membentang dari Asia Tengah sampai ke Siberia Utara, Tibet Selatan dan Manchuria Barat serta Turkistan Timur. Nenek moyang mereka bernama Alanja Khan, yang mempunyai putra kembar, Tatar dan Mongol.Kedua putra itu melahirkan dua suku bangsa besar, Mongol dan Tartar.Mongol mempunyai anak bernama Ilkhan, yang melahirkan keturunan pemimpin bangsa Mongol dikemudian hari. 
        Agama bangsa Mongol semula adalah Syamanisme, yang meskipun mereka mengakui adanya Yang Maha Kuasa, tetapi mereka tidak beribadah kepada-Nya, melainkan menyembah kepada arwah, terutama roh jahat yang karena mampu mendatangkan bencana, mereka jinakkan dengan sajian-sajian, disamping itu mereka dengan sangat memuliakan arwah nenek moyang yang dianggap masih berkuasa mengatur hidup keturunannya.
             Pemimpin atau Khan bangsa Mongol yang pertama diketahui dalam sejarah adalah Yesugey. Ia adalah ayah Jenghiz (Chinggiz atau Chingis). Jenghizaslinya bernama Temujin, seorang pandai besi yang mencuat namanya karena perselisihan yang dimenangkannya melawan Ong Khan atau Togril, seorang kepala suku Kereyt. Jenghiz sebenarnya adalah gelar bagi Temujin yang diberikan kepadanya oleh sidang kepala-kepala suku Mongol yang mengangkatnya sebagai pemimpin tertinggi bangsa itu pada tahun 1206, atau juga disebut Jenghiz Khan,ketika ia berumur 44 tahun.
        Hulagu, salah seorang keturunan dari penguasa Mongol dari JenghizKhan, Hulagu terkenal sebagai perusak dan penghancur Baghdad.Kekejaman dan petualangannya menghancurkan Islam dan kebudayaannya.Namun setelah sampai ke anak cucunya mereka telah berubah, bukan lagi sebagai perusak tetapi justru sebagai pembangun Islam.Kelak anak cucu dari bangsa Mongol inilah yang berhasil mendirikan Kerajaan Mughal di India.

A.   Berdirinya Kerajaan Mughal di India
         Pada masa Mu’awiyah I, terjadi perampokan terhadap orang-orang Islam di India.Atas izin Khalifah Al-Walid, ia mengirim Muhammad Ibn Qasim(usianya 17 tahun), untuk memimpin pasukan.Dalam waktu 4 tahun lebih, Sinddan Punjab dapat ditaklukkan dan dikuasai. Bin Qasim menjadi gubernur yang menjalankan pemerintahan dengan rasa kemanusiaan yang tinggi. Riwayatnya berakhir tragis akibat pertikaian politik, setelah itu ada 9 orang gubernur tetap berkuasa di wilayah itu sampai datangnya dinasti Ghazni.    
        
Pada akhir abad ke-10, Alptgin menaklukkan Ghazni dan memperkuat kota dengan parit dan benteng. Pada tahun 976-977 M, naiklah menantu dan bekas budaknya, Sabktegin, ia dapat menaklukkan Kabul dan Kandahar, menyerang Lahore, Delhi, Ajmir, Qanauj, Kalinjar. Pada tahun 997 M Sabktegin digantikan oleh putranya Mahmud, yang kemudian terkenal dengan gelar Mahmud Ghaznawi. Ia melakukan penyerangan dan penaklukan sebanyak 17 kali ke daerah Lahore,Delhi, Ajmir, Qanauj, Gawaliur, Kalinjar, Ujjain, Nagarakot, dan Doab yang semuanya dimenangkan. Pada tahun 1024-1025 M menyerang dan menaklukkan Gujarat dan menghancurkan berhala Samonath yang terkenal besardan megah di India.Mahmud digantikan oleh putranya Muhammad, tetapi Muhammad tidak lama memerintah, lalu digantikan oleh saudaranya, Mas’ud Ibn Mahmud.Mas’ud memperluas kekuasaannya dengan menaklukkan negeri Oudh(Ayyuda) dan Benaras.Sepinggal Mas’ud tidak ada lagi pengganti yang kuat. 
         Pada tahun 1186 M, Alauddin Husain Ibn Husain merebut negeri Ghaznah yang sudah lemah, setelah itu ia digantikan oleh Ghias al-Din Abul Muzaffar Muhammad Ibn Sam. Kemudian ia digantikan oleh saudaranya Syihab al-Din.Kemudian naiklah Alauddin Muhammad Ibn Sam.Tokoh yang terkenal dalam sejarah adalah Sultan Muhammad Abdul Muzaffar Ibn al-Husain al-Ghori(Muhammad Ghuri).Ia menguasai seluruh wilayah yang dahulunya dikuasai Dinasti Ghazni. Pada tahun 1192 M ia memenangkan peperangan Tarain II melawan persekutuan raja-raja India yang dipimpin oleh Pritthiraj dan menguasai Delhi, Merat dan Agra. Pada tahun 1193 M ia menaklukkan Qanauj, dan menunjuk panglima perang dan hamba sahayanya, Aibek sebagai wakil tetap di India yang berpusat di Delhi. Aibek dapat menaklukkan Oudh dan Benaras.Penaklukkan berlanjut pada tahun 1195 M ke Guwaliur, 1196 M ke Gujarat, 1201M ke Kalinjar. Di samping itu ada pula hamba sahayanya yang bernama, Bakhtiar Khilji, yang merampas negeri Bihar dan Bengala (sekarang Bangladesh) darikerajaan Magadh (Budha) pada tahun 1194 M. Sepeninggal Muhammad Ghuri,naiklah Quthubuddin Aibek yang merupakan bekas budak dan panglima perangGhuri, yang memberi letter of manumission (merdeka dari perbudakan). Aibek mendapat gelar sultan pada tahun 1206 M. Sejak saat itu berdirilah kesultanan Delhi yang meliputi : Dinasti Mamluk (1206-1290 M), Khalji (1290-1320 M),Tughlug (1320-1414 M), Sayyed (1414-1451 M), dan Lodi (1451-1526 M).  
     Dinasti Mamluk didirikan oleh seorang budak yang bernama Altamasy yang di merdekakan oleh Aibek dan di angkat menjadi pembesar istana karena pada saat itu menganti Aibek, anaknya Aram Shah tidak bisa memimpin dengan baik. Altamasy berhasil memperluas kekuasaan Islam ke sebelah utara (Malawa) dan menyelamatkan negerinya dari serangan Mongol. Setelah itu ia menunjuk anak perempuannya, Raziya, sebagai pengganti dengan alasan semua anak lakilakinya tidak ada yang mampu. Dalam sejarah Islam Sultan Raziya adalah perempuan pertama yang berkuasa. Pada tahun 1240 M terjadi pemberontakan untuk menolak sultan perempuan yang menjatuhkan Raziya oleh Bahram Shah,putra dari Iltutmish, namun Bahram Shah tidak mampu memimpin , akhirnya pada tahun 1246 M pamannya, Nasiruddin Mahmud naik tahta, kemudian ia digantikan oleh Balban. 
        Setelah Balban wafat, penggantinya, Kaikobad, tidak cakap sebagai pemimpin.Dengan dukungan para pembesar istana, Jalaluddin Khalji (75 tahun)naik tahta pada tahun 1290M. Setelah itu Alauddin Khalji yang merupakan keponakan sekaligus menantu Jalaluddin Kahlji naik tahta berkat dukungan para bangsawan.Alauddin Khalji memperluas kekuasaannya sampai ke Gujarat,Rajasthan, Deccan, dan sebagian wilayah India Selatan. Pengganti Alauddin Khalji adalah Quthubuddin Mubarak Khalji, namun ia dan keluarganya dibunuh oleh Khusru, gubernur Deccan yang ingin merebut tahta. Lima bulan kemudian Ghazi Malik Tughlaq, gubernur Depalpur, dapat menguasai Delhi dengan membunuh Khusru.
       Ghazi Malik menduduki tahta dengan gelar Ghiyasuddin Tughlug.Beberapa wilayah dikuasainya antara lain Bidar, Warrangal dan Bangla. Namun dalam perjalanan kembali dari Bengla, Ghiyasuddin Tughlug meninggal dunia pada tahun 1325 M. Juna Khan terpilih sebagai pengganti Sultan ia naik tahta dengan gelar Muhammad Ibn Tughlug. Ia merupakan sultan pertama yang mengangkat warga non-Muslim dalam tugas kemiliteran dan tugas-tugas administratif pemerintahan, terlibat di dalam perayaan lokal, dan mengizinkan pembangunan kuil-kuil Hindu. Ia wafat pada tahun 1351 M ketika Negara dilanda pemberontakan. Fihruz Shah, sepupunya, naik tahta setelah meredam pemberontakan di Sind dan penyerangan Mongol. Setelah kematian Fihruz pada tahun Shah pada tahun 1388 M penggantinya tidak ada yang mampu. Nashiruddin Muhammad Tughluq adalah orang terakhir dalam Dinasti Tughlug. Pada tahun1414 M, Khizir Khan, utusan Timur di Debalpur dan Multan dapat menguasai politik di Delhi. 
         Khizr Khan merupakan pendiri dari Dinasti Sayyid yang alim, pemberani dan sangat mampu memimpin. Ia meninggal dunia pada tahun 1421 M. Kemudian Mubarak Shah naik tahta, namun ia terbunuh pada tahun 1434 M oleh seorang bangsawan bernama Sardarul Mulk. Keponakan Mubarak, Muhammad Shah, naik tahta.Ia membalas kematian pamannya dengan menangkap dan membunuh Sardarul Mulk. Muhammad Shah memimpin selama 12 tahun, ia di gantikan oleh anaknya, Alauddin Alam Shah, yang merupakan raja terakhir dan terlemah dalam Dinasti Sayyid. Ia secara sukarela menyerahkan tahtanya kepada Bahlul Lodi. 
        Bahlul Lodi naik tahta pada tahun 1451 M. Sultan Lodi adalah satu-satunya sultan Delhi yang berasal dari suku bangsa Pathan. Sultan-sultan Delhi yang lain adalah bangsa Turki. Aksi Bahlul Lodi yang menonjol adalah penaklukan Jaunpur.Ia bertahta selama 38 tahun dan meninggal pada 1389 M.Nizam Khan, putra kedua Bahlul Lodi naik tahta dengan gelar Sikander Lodi. Ia meninggal dunia pada tahun 1517 M setelah berhasil memimpin selama 28 tahun.Akhirnya, Ibrahim Lodi, naik tahta. Tetapi terjadi pemberontakan di Jalal Khan.Ia banyak memenjarakan bangsawan yang menentang. Hal ini memicu lebih banyak pemberontakan.Pada 21 April 1526 M terjadi pertempuran yang dahsyat di panipat antara Babur dan Ibrahim Lodi.Pasukan Lodi berjumlah 100.000 kekuatan tentara dengan 1000 pasukan gajah, sedangkan tentara Babur hanya berjumlah 25.000.Ibrahim Lodi beserta ribuan tentaranya terbunuh dalam pertempuran itu.Walaupun pasukannya lebih kecil jumlahnya, barangkali karena keperkasaan yang diwarisi leluhurnya serta prajuritnya yang terlatih dan loyal,Babur berhasil tampil sebagai panglima yang memenangkan pertempuran.Setelah Babur memperoleh kemenangan ia beserta pasukannya memasuki kotaDelhi untuk menegakkan pemerintahan.Dengan ditegakkannya pemerintahan Babur di kota Delhi, maka berdirilah kerajaan Mughal di India pada tahun 1526M. 
      Mughal merupakan kerajaan Islam di anak benua India, dengan Delhi sebagai ibukotanya, berdiri antara tahun (1526-1858) M. sejak saat itu ia memproklamirkan berdirinya kerajaan Mughal. Proklamasi 1526 M yang dikumandangkan Babur mendapat tantangan dari Rajput dan Rana Sanga didukung oleh para kepala suku India tengah dan umat Islam setempat yang belum tunduk pada penguasa yang baru itu, sehingga ia harus berhadapan langsung dengan dua kekuatan sekaligus. Tantangan tersebut dihadapi Babur pada tanggal 16 Maret 1527 M di Khanus dekat Agra.Babur memperoleh kemenangan dan Rajput jatuh ke dalam kekuasaannya. Penguasa Mughal setelah Babur adalah Nashiruddin Humayun atau lebih dikenal dengan Humayun (1530-1540 dan 1555-1556 M) puteranya sendiri. Sepanjang pemerintahanya tidak stabil, karna banyak terjadi perlawanan dari musuh-musuhnya. Bahkan beliau sempat mengungsi ke Persia karna mengalami kekalahan saat melawan pemberontakan Sher Khan di Qonuj, tetapi beliau berhasil merebut kembali kekuasaanya pada tahun 1555 M berkat bantuan dari kerajaan safawi. Namun setahun kemudian 1556 M beliau meninggal karna tertimpa tangga pepustakaan, dan tahta kerajaan selanjutnya dipegang oleh putranya yang bernama Akbar.

B.   Perkembangan Kerajaan Mughal
          Masa kejayaan kerajaan Mughal dimulai pada pemerintahan Akbar (1556-1506 M), dan tiga raja penggantinya, yaitu Jehangir (1605-1628 M), Syah Jehan (1628-1658 M), Aurangzeb (1658-1707 M).Setelah itu, kemajuaan kerajaan Mughal tidak dapat dipertahankan oleh raja-raja berikutnya.
Akbar mengganti ayahnya pada saat usia 14 tahun, sehingga urusan kerajaan diserahkan kepada Bairam Khahan, seorang syi’i. Pada masa pemerintahanya, Akbar melancarkan serangan untuk memerangi pemberontakan sisa-sisa keturunan Sher Khan Shah yang berkuasa di Punjab. Pemberontakan lain dilakukan oleh Himu yang menguasai Gwalior dan Agra. Pemberontakan tersebut disambut oleh Bairam Khan sehingga terjadi peperangan dasyat, yang disebut panipat 2 tahun 1556 M. Himu dapat dikalahkan dan ditangkap kemudian diekskusi. Dengan demikian, Agra dan Kwalior dapat dikuasai penuh (Mahmudun Nasir,1981:265-266).
Setelah Akbar dewasa, ia berusaha menyingkirkan Bairam Khan yang sudah mempunyai pengaruh kuat dan terlampau memaksakan kepentingan aliran syi’ah. Bairam Khan memberontak, tetapi dapat dikalahkan oleh Akbar di Jullandur tahun 1561 M.
Setelah itu masa kejayaan kerajaan Mughal berhasil dipertahankan oleh putra beliau yaitu Jehangir yang memerintah selama 23 tahun (1605-1628 M).Namun Jehangir adalah penganut Ahlussunah Wal Jamaah, sehingga Din-i-Illahi yang dibentuk ayahnya menjadi hilang pengaruhnya.[13]
Sepeninggalan Jehangir pucuk kekuasaan kerajaan Mughal di pegang oleh Sheh Jehan yang memerintah Mughal selam 30 tahun (1628-1658 M).Pada masa pemerintahanya banyak muncul pemberontakan dan perselisihan dalam internal keluarga istana. Namun semua itu dapat diatasi oleh beliau, bahkan beliau berhasil memperluas kekuasaanya Hyderabat, Maratha, dan Kerajaan Hindu lain yang belum tunduk kepada pemerintahan Mughal. Keberhasilan  itu tidak bias lepas dari peran Aurangzeb, putera ketiga dari Sheh Jehan.
Pengganti Sheh Jehan yaitu Aurangzeb, beliau berhasil menduduki tahta kerajaan setelah berhasil menyingkirkan para pesaingnya (saudaranya).Pada masanya kebesaran Mughal mulai menggema kembali, dan kebesaran namanya-pun disejajarkan dengan pendahulunya dulu, yaitu Akbar.
Adapun usaha-usaha Aurangzeb dalam memajukan kerajaan Mughal diantaranya menghapuskan pajak, menurunkan bahan pangan dan memberantas korupsi, kemudian ia membentuk peradilan yang berlaku  di India yang dinamakan fatwa alamgiri sampai akhirnya meninggal pada tahun 1707 M. Selama satu setengah abad, India di bawah Dinasti Mughal menjadi salah satu negara adikuasa. Ia menguasai perekonomian Dunia dengan jaringan pemasaran barang-barangnya yang mencapai Eropa, Timur Tengah, Asia Tenggara dan Cina. Selain itu, India juga memiliki pertahanan militer yang tangguh yang sukar ditaklukkan dan kebudayaan yang tinggi.
        Dengan besarnya nama kerajaan Mughal, banyak sekali para sejarawan yang mengkaji tentang kerajaan ini. Dan pada masa itu telah  muncul seorang sejarawan yang bernama Abu Fadl dengan karyanya Akhbar Nama dan Aini Akhbari, yang memaparkan sejarah kerajaan Mughal berdasarkan figure pemimpinnya. Sedangkan karya seni yang dapat dinikmati sampai sekarang dan karya seni terbesar yang dicapai kerajaan Mughal adalah karya-karya arsitektur yang indah dan masjid-masjid yang indah. Pada masa Shah jehan dibangun Masjid Berlapis mutiara dan Taj Mahal di Agra, Masjid Raya Delhi dan Istana Indah di Lahore (Ikram, 1967:247).


A.   Kesimpulan
Dengan berdirinya kerajaan Mughal di India membawa pengaruh yang besar bagi perubahan peradaban kuno di India yang awalnya merupakan peradaban Hindu menjadi peradaban Islam.
Kerajaan Mughal merupakan kerajaan islam yang ada di anak benua India, mempunyai ibu kota yang bernama Delhi. Kerajaan Mughal ini merupakan salah satu peninggalan dari peradaban Islam di India.Dengan berdirinya kerajaan ini telah menjadi motivasi untuk membangkitkan kembali peradaban tua di anak benua India yang nyaris tenggelam dan hilang. India merupakan tempat atau wilayah tumbuh dan berkembangnya agama Hindu, maka dengan munculnya Kerajaan Islam di India menyebabkan tenggelamnya peradaban hindu yang memang sudah lama berdiri.
Pendiri kerajaan Mughal adalah Zahirudin Muhammad Babur, berasal dari keturunan Timur Lenk dan Jengis Khan.Kerajaan Mughal berdiri pada tahun 932 H/1526M.Kerajaan Mughal membawa beberapa kemajuan dalam Islam, baik dalam bidang politik, militer, seni, dan juga dalam bidang ekonomi.Peninggalan yang dikenal sampai sekarang dari kerajaan Mughal yang menjadi salah satu keajaiban dunia adalah Taj Mahal.
Kemunduran dari Kerajaan Mughal terjadi setelah Aurangzeb meninggal dunia, dikarenakan lemahnya pemerintahan para pengganti Aurangzeb.Kehancuran dari kerajaan Mughal juga dikarenakan faktor – faktor internal dan eksternal hingga pada tahun 1858 M Kerajaan Mughal benar – benar hancur.
Hancurnya kerajaan Mughal bukan berarti tidak meninggalkan apa – apa, kerajaan Mughal meninggalkan kebudayaan – kebudayaan yang hingga saat ini dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat dunia, mulai dari bidang politiknya hingga budaya.                                                                                                    

B.   Saran

         Penulis berharap makalah yang berjudul Kerajaan Mughal dapat menambah wawasan serta pengetahuan para pembaca, dan penulis berharap para pembaca semakin menggali informasi mengenai SejarahAsia Selatan.


DAFTAR PUSTAKA

Yuliana.(‎2014)KERAJAAN MUGHAL DI INDIA,Jurnal uinsby

            http://digilib.uinsby.ac.id

Supardi.(2008)PERKEMBANGAN DAN PENINGGALANDINASTI MOGHUL DI INDIA  1526-1857,Jurnal Edukasi.
journal.uny.ac.id › istoria › article › download
Dudung Abdurrahman.(2004)  BAB II KERAJAAN MUGHAL, Jurnal  syekhnurjati.
sc.syekhnurjati.ac.id › risetmhs › BAB214113141323